Senin, 31 Agustus 2015

[083] Al Muthaffifiin Ayat 011

««•»»
[083] Al Muthaffifiin Ayat 011
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-7-17/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:11

[083] Al Muthaffifiin Ayat 010

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 10

وَيلٌ يَومَئِذٍ لِلمُكَذِّبينَ
««•»»
waylun yawma-idzin lilmukadzdzibiina
««•»»
Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,
««•»»
Woe to the deniers on that day,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Perbuatan yang kecil ataupun yang besar, yang disangka telah lupa, padahal tidak lupa; semuanya telah tercatat di dalam sijjin itu, sehingga manusia tidak dapat mengelakkan diri lagi daripada pertanyaan kelak.

“Celakalah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)
««•»»
Woe to the deniers on that day,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-7-17/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:10

[083] Al Muthaffifiin Ayat 009

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 9

كِتابٌ مَرقومٌ

««•»»
kitaabun marquumun
««•»»
(Ialah) kitab yang bertulis.
««•»»
It is a written record.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“(Ialah) kitab yang telah tertulis.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Ialah kitab yang bertulis) yakni yang mempunyai catatan.
««•»»
[It is] a sealed book.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-7-17/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:9

[083] Al Muthaffifiin Ayat 008

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 8

وَما أَدراكَ ما سِجّينٌ
««•»»
wamaa adraaka maa sijjiinun
««•»»
Tahukah kamu apakah sijjin itu?
««•»»
And what will show you what is Sijjīn?
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Dan sudahkah engkau tahu apakah yang dikatakan sijjin itu?”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tahukah kamu apakah sijjiin itu?) maksudnya apakah kitab sijjiin itu?
««•»»
And what would tell you what Sijjīn is?, what the book of Sijjīn is.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-7-17/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:8

[083] Al Muthaffifiin Ayat 007

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 7

كَلّا إِنَّ كِتابَ الفُجّارِ لَفي سِجّينٍ
««•»»
kallaa inna kitaaba alfujjaari lafii sijjiinin
««•»»
sekali-kali jangan curang, karena sesungguhnya kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin {1563}.
{1563} Sijjin: nama kitab yang mencatat segala perbuatan orang-orang yang durhaka.
««•»»
No indeed! The record of the vicious is indeed in Sijjīn.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

JALAN CURANG YANG DITEMPUH


“Janganlah begitu!”
Artinya janganlah ditempuh jalan yang curang itu, mengecoh pada sukatan, menipu pada timbangan, dan melakukan kecurangan-kecurangan yang lain dalam kehidupan di dunia ini. Jangalah diteruskan perbuatan yang demikian: “Karena sesungguhnya tulisan orang-orang yang durhaka itu adalah di dalam sijjin.” (ujung ayat 7). Janganlah disangka bahwa segala perbuatan yang curang itu lepas dari tilikan Allah, bahkan semuanya sudah tercatat di sisi Allah, dalam sebuah catatan yang bernama sijjin.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(sekali-kali tidak) maksudnya, benarlah (karena sesungguhnya kitab orang-orang yang durhaka) yakni kitab catatan amal perbuatan orang-orang kafir (tersimpan dalam sijjiin) menurut suatu pendapat; sijjiin itu adalah nama sebuah kitab yang mencatat semua amal perbuatan setan dan orang kafir. Menurut suatu pendapat lagi sijjiin itu adalah nama tempat yang berada di lapisan bumi yang ketujuh; tempat itu merupakan pangkalan iblis dan bala tentaranya.
««•»»
Nay!, verily, the record of the profligates, that is to say, the record of the deeds of the disbelievers, is in Sijjīn — this is said to be a book containing [the record of] all the deeds of the devils and the disbelievers; but it is also said to be a location in the lowermost part of the seventh earth, the place of Satan and his hosts
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-7-17/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:7

[083] Al Muthaffifiin Ayat 006

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 6

يَومَ يَقومُ النّاسُ لِرَبِّ العالَمينَ
««•»»
yawma yaquumu alnnaasu lirabbi al'aalamiina
««•»»
(yaitu) hari (ketika) manusia berdiri menghadap Tuhan semesta alam?
««•»»
a day when mankind will stand before the Lord of all the worlds?
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Hari kiamat, hari perhitungan, hari penyisihan di antara yang hak dengan yang batil; “Hari yang akan bangkit manusia.” (pangkal ayat 6). Bangkit dari alam kuburnya, dari dalam tidurnya, karena panggilan sudah datang: “(Untuk menghadap) Tuhan Sarwa sekalian alam.” (ujung ayat 6).

Alangkah kecilnya kamu pada hari itu, padahal semasa di dunia engkau membangga dengan kekayaan yang engkau dapat dengan jalan kecurangan itu. Di hari kiamat itu terbukalah rahasia, bahwasanya kedudukan engkau di hadapan Mahkamah Ilahi, tidaklah lebih dan tidaklah kurang daripada kedudukan pencuri atau pemaling, yang semasa hidupmu di dunia dapat engkau selubungi dengan berbagai dalih.

Tersebut dalam sebuah Hadis yang dirawikan oleh Al-Imam Ahmad dengan sanadnya, beliau terima dari sahabat Rasulullah SAW Abu Amamah, bahwa kehebatan di hari kiamat itu amatlah ngerinya, sehingga Nabi SAW berkata bahwa matahari menjadi lebih dekat sehingga hanya jarak satu mil saja dari kepala, sehingga menggelegak rasanya otak benak saking teriknya cahaya matahari. Manusia terbenam dalam peluh dan keringatnya, ada yang dalam ampu kaki, ada yang sampai ke lutut, ada yang sampai ke dada, ada yang sampai ke leher, masing-masing menurut sedikit atau banyak dosa yang diperbuatnya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu hari) lafal Yauma menjadi Badal dari lafal Yaumin secara Mahall, yang dinashabkannya adalah lafal Mab`uutsuuna. Lengkapnya pada hari mereka dibangkitkan (manusia berdiri) dari kuburan mereka (menghadap Rabb semesta alam) artinya, semua makhluk dihidupkan kembali untuk memenuhi perintah, hisab dan pembalasan-Nya.
««•»»
a day when (yawma is a substitution for the [syntactical] locus of li-yawmin, ‘to an [awful] day’, and as such is in the accusative because of [the verb] mab‘ūthūna, ‘will be resurrected’) mankind will rise, from their graves, before the Lord of the Worlds?, [the Lord of] all creatures, for His affair, His reckoning and His requital.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-1-6/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:6

[083] Al Muthaffifiin Ayat 005

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 5

لِيَومٍ عَظيمٍ
««•»»
liyawmin 'azhiimin
««•»»
ada suatu hari yang besar,
««•»»
on a tremendous day,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Apakah tidak terkenang dalam hati mereka bahwa kenyataan yang didapat dengan jalan curang dan merugikan orang lain itu tidaklah akan kekal? Bahwa dia akan tertumpuk menjadi “uang panas” yang membawa bencana? Dan kalau dia mati, sedikitpun harta itu tidak akan dapat menolong dia? Dan pada harta yang demikian tidak ada keberkatan sedikit juga? Malahan mereka akan dibangkitkan sesudah mati, untuk mempertanggungjawabkan segala kecurangan itu: “Buat Hari Yang Besar?”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Pada suatu hari yang besar) maksudnya pada hari itu mereka dibangkitkan, yaitu pada hari kiamat.
««•»»
for an awful day, that is to say, on it, and this is the Day of Resurrection,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-1-6/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:5

[083] Al Muthaffifiin Ayat 004

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 4

أَلا يَظُنُّ أُولٰئِكَ أَنَّهُم مَبعوثونَ
««•»»
wa-idzaa alqubuuru bu'tsirath
««•»»
Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,
««•»»
Do they not know that they will be resurrected.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Dibuatnyalah sukatan atau timbangan yang curang; kelihatan dari luar bagus padahal di dalamnya ada alas sukatan, sehingga kalau digunakan, isinya jadi kurang dari yang semestinya. Atau anak timbangan dikurangkan beratnya dari yang mesti, atau timbangan itu sendiri dirusakkan dengan tidak kentara.

Pada ayat yang pertama dikatakanlah wailun bagi mereka; artinya celakalah atas mereka! Merekalah pangkal bala merusak pasaran dan merusak amanah. Dalam ilmu ekonomi sendiri dikatakan bahwa keuntungan yang didapat dengan cara demikian tidaklah keuntungan yang terpuji, karena dia merugikan orang lain, dan merusak pasaran dan membawa nama tidak baik bagi golongan saudagar yang berniaga di tempat itu, sehingga seekor kerbau yang berkubang, semua kena luluknya.

Wailun! Celakalah dia itu! Sebab kecurangan yang demikian akan memawa budipekertinya sendiri menjadi kasar. Tidak merasa tergetar hatinya memberikan keuntungan yang didapatnya dengan curang itu akan belanja anak dan isterinya, akan mereka makan dan minum. Itulah suatu kecelakaan; suatu wailun.

Kerapkali juga wailun itu diartikan neraka! Memang, orang-orang yang berlaku curang itu membuat neraka dalam dunia ini, karena merusak pasaran. Kecurangan niaga seperti ini adalah termasuk korupsi besar juga.

Maka datanglah teguran Allah berupa pertanyaan:

“Apakah tidak menyangka orang-orang itu, bahwa mereka akan dibangkitkan?”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Tidakkah) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna celaan (mempunyai sangkaan) artinya merasa yakin (mereka itu, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan.)
««•»»
Do such [individuals] not know for certain (alā indicates an interrogative of rebuke) that they will be resurrected
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-1-6/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:4

[083] Al Muthaffifiin Ayat 003

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 3

وَإِذا كالوهُم أَو وَزَنوهُم يُخسِرونَ
««•»»
wa-idzaa albihaaru fujjirath
««•»»
Dan apabila lautan menjadikan meluap,
««•»»
but diminish when they measure or weigh for them.
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Sebab mereka tidak mau dirugikan! Maka awaslah dia, hati-hati melihat bagaimana orang itu menyukat atau menggantang. “Tetapi apabila menyukat atau menimbang untuk orang lain, mereka merugikan.”.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan apabila mereka menakar untuk orang lain) atau menakarkan buat orang lainnya (atau menimbang buat orang lain) artinya mereka menimbang buat orang lain (mereka mengurangi) takaran atau timbangan.
««•»»
but [who] when they measure for them or weigh for them, they cause [them] loss, they diminish [for them] the measure or the weight.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-1-6/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:3

[083] Al Muthaffifiin Ayat 002

««•»»
Surah Al Muthaffifiin 2

الَّذينَ إِذَا اكتالوا عَلَى النّاسِ يَستَوفونَ
««•»»
wa-idzaa alkawaakibu intatsarath
««•»»
an apabila bintang-bintang jatuh berserakan,
««•»»
who, when they measure [a commodity bought] from the people, take the full measure,
««•»»
·
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Ayat selanjutnya berturut menjelaskan kecurangan itu: “Yang apabila menerima sukatan dari orang lain, mereka minta dipenuhi.”.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari) atau mereka menerimanya dari (orang lain, mereka minta dipenuhi) minta supaya takaran itu dipenuhi.
««•»»
those who, when they take measure from people, demand [it] in full, the measure;
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-1-6/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:2

[083] Al Muthaffifiin Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Muthaffifiin 1

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ
««•»»
waylun lilmuthaffifiina
««•»»

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang {1562},
{1562} Yang dimaksud dengan orang-orang yang curang di sini ialah orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.
««•»»
Woe to the defrauders who use short measures,
««•»»

Azab dan kehinaan yang besar pada Kiamat disediakan bagi orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang.

Allah SWT telah menyampaikan ancaman yang pedas kepada orang-orang yang curang dalam menakar dan menimbang yang terjadi di tempat-tempat jual beli di Mekah dan Madinah pada waktu itu.

Diriwayatkan bahwa di Madinah ada seorang laki-laki bernama Abu Juhainah, Ia mempunyai dua macam takaran yang besar dan yang kecil. Bila ia membeli gandum atau kurma dari para petani ia mempergunakan takaran yang besar, akan tetapi jika ia menjual kepada orang lain ia mempergunakan takaran yang kecil.

Perbuatan seperti itu menunjukkan adanya sifat tamak, ingin mencari keuntungan bagi dirinya sendiri walaupun dengan jalan merugikan kepada orang lain.

Terhadap orang seperti itu Nabi Muhammad saw. telah memberi ancaman yang pedas sekali,

seperti tersebut dalam hadis ini:
خمس بخمس ما نقض قوم العهد إلا سلط الله عليهم عدوهم وما حكموا بغير ما أنزل الله إلا فشا فيهم الفقر وما ظهرت فيهم الفاحشة إلا فشا فيهم الموت ولا طفَّفوا الكيل إلا مُنِعُوا النبات ولا مَنَعُوا الزكاة إلا حُبِسَ عنهم المطر.
Ada lima perkara yang dibalas dengan lima perkara: "Tidak pernah suatu kaum yang melanggar janji melainkan Allah akan membiarkan kaum itu dikuasai musuhnya. Tidak pernah mereka yang memutuskan suatu perkara dengan hukuman yang tidak diturunkan oleh Allah melainkan akan tersebar luaslah kefakiran di kalangan mereka. Tidak pernah di kalangan mereka yang menampakkan gejala-gejala perzinahan melainkan akan tersebar luaslah bahaya kematian. Tidak pernah mereka yang berbuat curang dalam menakar dan menimbang melainkan kehilangan kesuburan tumbuh-tumbuhan. Dan tidak pernah mereka yang menahan zakat melainkan akan diazab dengan tertahannya hujan (kemarau yang panjang).
(lihat Tafsir Al Maragi, hal. 72, juz 30; jilid X)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

PENIMBANG YANG CURANG

Asal mendapat keuntungan agak banyak orang tidak segan berlaku curang. Baik dalam menyukai dan menggantang ataupun di dalam menimbang sesuatu barang yang tengah diperniagakan. Mereka mempunyai dua macam sukat dan gantang ataupun anak timbangan; sukat dan timbangan pembeli lain dengan timbangan penjual. Itulah orang-orang yang celaka: “Celakalah atas orang-orang yang curang itu.”

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Kecelakaan besarlah) lafal Wailun merupakan kalimat yang mengandung makna azab; atau merupakan nama sebuah lembah di dalam neraka Jahanam (bagi orang-orang yang curang.)
««•»»
Woe (waylun: a term entailing chastisement; or [it is the name of] a valley in Hell) to the defrauders:

«
«•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Ikrimah sehubungan dengan firman-Nya, "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan."

(QS. Ath Thaariq [86]:5)

Ikrimah menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sepak terjang Abul Asyad. Pada suatu hari ia berdiri pada hamparan yang terbuat dari kulit yang disamak, lalu ia berkata, "Hai semua orang-orang Quraisy! Siapakah di antara kalian yang mampu menggeserku dari tempat ini? Maka aku akan berikan kepadanya hadiah." Lalu ia melanjutkan perkataannya, "Sesungguhnya Muhammad menduga bahwa penjaga neraka Jahanam itu ada sembilan belas malaikat, sepuluh di antara mereka aku sanggup melayaninya sebagai wakil dari kalian, dan kalian harus membantuku untuk melawan sembilan malaikat lainnya."
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of36
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://tafsir.cahcepu.com/almuthaffifin/al-muthaffifin-1-6/
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=83&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#83:1

[083] Al Muthaffifiin 2of2

2of2
36 Verses • revealed at Medinan.
««•»»
»The surah that opens with a dire divine warning of a debasing punishment awaiting in the Hereafter for those who practice cheating as a norm in commerce, and whom is calls The Defrauders because they insist on receiving a full amount in return for the partial measure that they themselves give. It takes its name from verse 1, which condemns the tradesmen who cheat customers by using short weights and measures (muṭaffifūn). It appears that the practice of cheating have been prevalent in Mecca, and is strongly condemned here and elsewhere in the Quran (e.g.11:84 ff.;7:85).«

The surah is also known as The Cheats, The Dealing in Fraud, The Defrauders, The Stinters, The Unjust, Those who Give Short Measure
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•[AYAT 029]•[AYAT 030]•[AYAT 031]•[AYAT 032]•[AYAT 033]•[AYAT 034]•[AYAT 035]•[AYAT 036]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#83